Tenunan tradisional masyarakat Bima
Tenun merupakan salah satu kerajinan tangan yang dilakukan dengan menenun lembaran-lembaran benang yang akan menjadi kain yang merupakan hasil dari tenun tersebut. Lemberan benang di satukan dengan yang lain baik satu warna maupun dengan warna lain. Di Bima tenun merupakan pekerjaan yang tidak asing lagi bagi mereka karena sebagian besar wanita yang berekonomi menengah kebawah mereka menenun untuk menunjang ekonomi mereka. Di Bima tidak ada istilah nganggur bagi para wanita karena mereka biasanya akan menghabiskan waktu mereka untuk menenun dan hasilnya akan dijual. Pada gambar diatas merupakan kegiatan menenun yang dilakukan oleh seorang ibu, mereka menenun tidak hanya satu motif saja akan tetapi memiliki motif yang banyak sesuai dengan keinginan mereka. Kegiatan tenun ini menjadi tradisi karena sudah dilakukan turun temurun oleh masyarakat bima sejak dulu. Walaupun masyarakat Bima sibuk dengan kegiatan pertanian mereka akan tetapi ada juga sebagian masyarakat yang tetap menyisipkan waktunya untuk menenun. Masyarakat biasanya menenun kain untuk sarung dan untuk kain baju. Biasanya mereka menjual dengan harga Rp.200.000 – Rp.500.000 tergantung dari motif, bahan dan kualitasnya seperti apa. Menenun juga sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menenun karena selain menunjang ekonomi masyarakat menenun juga merupakan kreatifitas masyarakat.
KESAN TENTANG FOTO :
Gambar dari tradisi masyarakat Bima pada umumnya yang memiliki rutinitas atau pekerjaan menenun ini, Jadi saya pribadi memiliki kesan yang bagus sekali terhadap gambar ini dimana saya dapat menyaksikan bagaimana seorang ibu menenun dan menghasilkan sebuah kain dengan qualitas dan bentuk motif yang luar biasa.
CERITA SINGKAT TENTANG PERISTIWA :
Foto ini diambil pada pagi hari di Kelurahan Ntobo Bima, pada saat itu teman saya disana sedang santai dengan aktivitas hariannya yaitu menenun kain nggoli. Kemudian dia menyampatkan diri untuk memfoto seorang ibu yang sedang menenun kain. Mereka memang mulai melakukan rutinitas meraka di pagi hari dan sampai menjelang sore hari.

saya sangat suka dengan tembe nggoli karena sangat cocok untuk dipakai musim panas.
ReplyDeleteIya benar, kain yang halus dan menghangatkan pada saat dingin dan mendinginkan pada saat panas. luar biasa.
DeleteNegeri yg sangat kaya akan budaya dan ciri khasnya,,, dan terimakasih atas postingannya sangat bermanfaat sekali. :)
ReplyDeleteiya. mksh sdh koment.
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMirip budaya sasak ya, neyesek bhasa sasaknya, apa bedanya ya?
ReplyDeleteSebenarnya (muna) dalam bahasa Bima Tenun dan (nyesek) dalam bahasa Sasak sama aka tetapi perbedaannya adalah masyarakat Bima sendiri selain menenun kaim songket mereka juga menenun kain ( nggoli)
DeleteTidak jauh beda dengan budaya sasak, luar biasa
ReplyDeleteInfo yg menarik
ReplyDeleteInformatif, thanks. Untuk masukan sedikit, rasanya perlu perbaikan di susunan kalimat dan kurangnya penggunaan tanda baca. I do appreciate you with this writing, Widan semangat!! :)) apalah dayaku yang belum suka nulis he
ReplyDeleteIya mksh bnyk atas masukannya, sangat bermanfaat untuk peebaikan tulisan kedepannya. 😂😂
DeleteTernyata Indonesia sangat kaya akan budaya Dan tradisi yaa.. Semoga Kita sebagai generasi muda dapat terus melestarikan budaya Kita. Semangatt
ReplyDeletebetul sekali. kita sebagai generasi muda berperan penting dlam melestarikan budaya kita.
DeleteMari belajar menenun....
ReplyDeleteAyuk belajar, tpi sya sudah bisa. hehehehe.
Deleteinformasinya sangat menarik. semoga bermanfaat
ReplyDeleteTradisi yang sangat menarik ,,kembangkan
ReplyDeleteKalau menenun namanya di suku Sasak namanya "nyesek".
ReplyDeleteMari kita kenalkan budaya SaSaMbo sebagai budaya bangsa 😊😊
Mari kita tetao meletarikan kebudayaan kita 😊
ReplyDeleteBudaya selalu berhasil membangkitkan rasa penasaran, sebenernya fragmatik sih ingin bertanya mengenai "apakah ada motif atau warna tertentu yg bersifat simbolis yang pada kain tenun tersebut?" 😊
ReplyDeleteTentu saja ada motif yang berfariasi, merwka juga tidak hanya menenun kain untuk sarung saja tetapi kain untuk baju dll.
Deleteterima kasih untuk informasi bermanfaatnya. :)
ReplyDeleteYeyyyyy.
ReplyDeleteTenun Bima memang keren
iya dong
DeleteWah Ternyata NTB memang memiliki kekayaan budaya yaa
ReplyDeletebenar sekali.
DeletePerbaiki lagi dalam penggunaan bahasa Indonesianya. Masih banyak kata-kata yang diulang dan itu membingungkan 😊 Sekedar saran 😊
ReplyDeleteIya maksih banyak sarannya sangat bermanfaat untum perbaikan selanjutnya.
DeleteAdakah Patokan umur untuk mmplajari kegiatan menenun?
ReplyDeleteTidak ada patokan umur sama sekali bahkan yang luar biasa adalah anak smp sudah bisa menenun, dan sepulang sekolah mereka menenun. luar biasa bukan.
DeleteSmoga kita sebagai anak" mbojo khususnya bisa belajar menenun dan melestarikannya
ReplyDeleteiya benar th. generasi muda Bima bisa melestarikan tradisi ini karena seperti yang saya lihat sampai hari ini anak muda seperti anak smp sudah bisa menenun kain tradisional seperti kain nggoli dan kain songket. luar biasa kan.
DeleteBima kaya akan tradisi dan kebudayaan.
ReplyDeleteMenarik! Sama halnya dengan budaya sasak di lombok, jawa, dsb karena memang menenun adalah warisan budaya di indonesia. Tapi kali ini di bima, setau saya menenun memiliki makana tersendiri bagi para wanita yg melakukannya. Terkadang dari segi materialnya pun ada makna tersendiri sperti warna benang, motif dan sebagainya. Lalu bagaimana menenun di bima sndiri, apakah ada makna tersendiri?
ReplyDeleteIya pasti ada. Motif motif tenunan mereka mengandung makna tersendiri salah satu contonya adalah motif uma lengge yang merupakan rumah adat bima dan masih banyak lagi yang lai.
DeleteWowow
ReplyDeleteNice 👍
ReplyDeleteMenenun sangat membutuhkan konsentrasi, ketelitian, dan kesabaran. Apalagi untuk penenun pemula.
ReplyDeleteBenar sekali, belum lagi mereka harus mempertahankan agat benang yang mereka tenun tidak putus. Luar biasa kan.
DeleteTerima kasih.
ReplyDeleteSangat luar biasa
ReplyDeleteSangat luar biasa
ReplyDeleteternyata di bima juga ada tenun..saya kira hanya di sasak aja
ReplyDelete