Ritual Tradisi masyarakat Bima
1.
Satu buah ritual kebudayaan di Bima “do’a raho ura” ( do’a minta hujan )
Do’a minta hujan adalah salah satu ritual yang menjadi
tradisi serta kebudayaan bagi masyarakat Bima. Ritual ini bertujuan untuk
menunjukan kebersamaan dalam berdo’a serta keinginan agar Allah swt mengabulkan
do’a masyarakat yang berdo’a tersebut. Ritual ini dilakukan satu kali dalam
satu tahun di musim hujan dimana pada saat tanaman warga mulai kering karena
tidak ada hujan maka ritual ini akan segera dilaksanakan. Ritual ini dilakukan
oleh semua warga tampa terkecuali, jadi jika terdapat kegiatan apapun warga
pada hari itu maka diwajibkan untuk mengundurnya pada hari yang lain.
Pada awalnya semua warga akan mengumpukan uang untuk
membeli hewan seperti sapi atau kambing untuk di sembelih di tempat yang sangat
sejuk di bawah pohon yang besar dengan mata air yang mengalir di bawahnya.
Setelah itu semua warga berkumpul di tempat tersebut kemudian berdo’a pada
Allah agar segera diturunkan hujan kemudian makan bersama hewan yang disembelih
sebelumnya di tempat yang sejuk tersebut. Setelah itu ompu ( orang yang dipercaya memimpin do’a ) akan menaburkan beras
kuning , beras merah , beras ketan ungu dengan air dalam kendi yang terbuat
dari tanah yang berisi air , dan ada bara api serta keminyam yang ditaburkan
diatasnya, orang Mbojo biasa menyebutnya dengan kawewu. Masyarakat sangat yakin dengan ritual tersebut karena di
setiap tahunnya hujan akan segera turun dengan derasnya bahkan sebelum mereka
selasai acara makan-makan setelah berdo’a bersama.
2. Kontroversi dari ritual tersebut.
Yang namanya ritual tidak akan terlepas dari
kontroversi masyarakat. Begitu juga dengan ritual di atas “do’a raho ura”.
Masyarakat pada umumnya sangat yakin terhadap ritual tersebut karena ritual
tersebut sudah dilakukan oleh masyarakat sejak nenek moyangnya. Ada sebagian
kecil masyarakat yang beranggapan bahwa
ritual tersebut sirik karena tempat do’anya di bawah pohon besar-besar serta ada
mata air dan batu-batu besar di tempat tersebut. Mereka beranggapan bahwa
ritual tersebut kuno, masih beranggapan animisme dan dinamisme masih diterapkan
dalam ritual tersebut. Mereka juga berpikir karena do’anya dibawah pohon besar
maka masyarakat berdo’a pada pohon besar tersebut.
3. Luruskan anggapan orang mengenai kontroversi tersebut.
Sebenarnya ritual tersebut tidak syirik, hanya saja
sebagian masyarakat tersebut takut dianggap kuno dan memegang tradisi nenek
moyang mereka sementara jaman sudah modern. Kenapa ritual tersebut tidak syirik
karena semua masyarakat bersama-sama untuk berdo’a kepada Allah swt untuk
segera diturunkan hujan tersebut, mengenai tempat do’anya di bawah pohon-pohon
besar nan rindang ada batu-batu besar dan mata airnya itu tidak syirik sama
sekali karena masyarakat hanya menempati posisi berdo’a di tempat yang alamnya
masih terjaga kelestarianya dan agar masyarakat jadi khusuk dalam berdo’a
bersama di tempat yang indah dan sejuk itu. Bukan karena anggapan sebagian
kecil masyarakat yang menyangka bahwa masyarakat akan menyembah pohon , batu
dan lain sebagainnya.
πππ
ReplyDeleteKeren π
ReplyDeleteKeren π
ReplyDeleteSangat bermanfaat jadi nambah referensi. . Terimakasih π
ReplyDeleteYups!!
ReplyDeleteSebagai generasi penerus, cara pandang terhadap budaya kita sendiri jangan hanya satu arah. Lihat juga sisi positif dari budaya itu sendiri ��
benar skali.
DeleteKerenππ
ReplyDeleteSemoga ilmunya bermanfaatππ
ππ sebagi penerus kita harus meluruskn pandangan setiap budaya ke arah yang positif
ReplyDeleteReferensinya bermanfaat π Jadi bisa nambah wawasan tentang tradisi Bima.
ReplyDeleteBagus .semoga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain dan budaya bima bisa dikembangkan lagi
ReplyDeletekebudayaan bima emank banyak dan bervariasi dari berbagai daerah,terus di kembangkan budaya dan tradisi kita.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteKembangkan
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteKebudayaan bima memang beraneka ragamπdan terima kasih sudah berbagi informasinyaπ
ReplyDeleteKebudayaan bima memang beraneka ragamπdan terima kasih sudah berbagi informasinyaπ
ReplyDeleteluar biasa cukup menambah wawasan
ReplyDeleteCukup menarik perhatian!
ReplyDeleteCukup menarik perhatian!
ReplyDeleteTadisi ini menarikk say..
ReplyDeleteApakah ada hari khusus untuk pelaksanaan ritual ini?
Tidak ada hari yang khusus untuk tradisi ini, untuk harinya mereka menyesuaikan dengan keaibukan mereka bersama π
Delete*kesibukan
DeleteMantap, suku mbojo memang mempunyai banyak kebudayaan.
ReplyDeletesemoga ritual ini bukan dianggap hal yang negatif melainkan hal yang positif untuk memperkuat hubungan solidaritas dalam masyarakat.
ReplyDeleteKerennn ππ Gali terus budaya kitaa... Semangatt
ReplyDelete"Sebenarnya ritual tersebut tidak syirik, hanya saja sebagian masyarakat tersebut takut dianggap kuno dan memegang tradisi nenek moyang mereka sementara jaman sudah modern." Maksudnya? π
ReplyDeleteIya, maksudnya adalah ada benerapa orang yang menganggap bahwa tradisi tersebut syirik padahal sebenarnya tidak. seperti itu.
Deletesetiap tradisi budaya pasti bernilai baik.
ReplyDeletesangat bermanfaat
Kembali pada pandangan kita masing-masing ππ
ReplyDeleteKembali pada pandangan kita masing-masing ππ
ReplyDeleteApakah ritulnya hanya dapat dilakukan oleh org2 tertentu??
ReplyDeleteUntuk yang memimpin ritual harus orang yang dituakan di wilayah itu, sedangakan yang mengikuti dan meramaikan adalah seluruh masyarakat di daerah tersebut.
Deletesangat bermanfaatππ
ReplyDeletegreat. suka sama anak muda yg masih memperhatikan kebudayaannya. good
ReplyDeleteiya
Deleteiya
DeleteKita harus melestarikannya ππ
ReplyDeleteSemangat.
DeleteSemangat.
DeleteTradisi yg sangat luar biasa π
ReplyDeleteTradisi yg sangat luar biasa π
ReplyDeleteMantap informasinya
ReplyDeleteGood job widan πi like it π
ReplyDeletemkasih.
Deletemantap jiwa
ReplyDeleteSemuanya tradisi mempunyai maksud dan tujuan yang baik. Jadi berfikir positif aja
ReplyDeleteIya, benar sekali.
DeleteJika di bima ada ritual do'a minta hujan. Di lombok ada ritual "nyarang". Ritual ini biasa dilakukan karena ada begawe beleq Agar tidak hujan.
ReplyDeleteJika di bima ada ritual do'a minta hujan. Di lombok ada ritual "nyarang". Ritual ini biasa dilakukan karena ada begawe beleq Agar tidak hujan.
ReplyDeleteternyata dibima juga ada ritual agar hujan turun..di lombok juga ada yaitu dengan peresean
ReplyDeletelestarikan!
ReplyDelete